Profil Al Kayyis Cilacap

logo LPI fix

BAB I

PENDAHULUAN

  1.1.             LATAR BELAKANG

 “Dan hendaklah takut kepada Alloh orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Alloh dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar” (Annisa’:9)

 

Melihat arus kemajuan zaman yang semakin penuh dengan tantangan dan pengaruh kehidupan era globalisasi yang yang semakin memperihatinkan, maka dibutuhkan generasi penerus yang cerdas dan kuat. Yaitu generasi yang kuat keimanannnya, ketaqwaannya dan kuat sosial ekonominya. Menyiapkan generasi yang cerdas dan kuat adalah tanggung jawab kita bersama. Terlebih bagi para orang tua yang dikaruniai Alloh SWT putra-putri sebagai amanah yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban.

Sekolah adalah perpanjangan tangan orang tua dalam mendidik putra-putri mereka. Kenyataan tersebut mendasari sekolah dan para insan pendidik untuk menyiapkan kurikulum pembelajaran yang baik guna mendidik dan membina para peserta didik menjadi generasi yang kuat iman dan taqwanya, berakhlakul karimah, sehingga menjadi generasi yang sholih/sholihah. Sebagai orang tua harus bersikap cerdas untuk memilih pendidikan yang tepat untuk ananda tercinta. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist shahih Rosulullah SAW :

“Orang yang Cerdas (Al-Kayyis) adalah orang yang mampu menguasai dirinya dan beramal untuk kepentingan hidup sesudah mati, sedangkan orang yang bodoh (Al-‘Ajiz) adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya dan pandai berangan-angan atas Allah dengan segala angan-angan.” (HR. Bukhari Muslim, Al-Baihaqy)

 “Didiklah anak-anak kalian dengan tiga perkara: mencintai Nabi kalian, Keluarga Nabi (Ahlul Bait) dan membaca Al Qur’an”(HR. At Thabrani)

Inilah pokok-pokok pendidikan yang sesuai dengan fitrah manusia agar anak tidak menjadi Majuzi, Nasrani, Yahudi atau menganut ideology Sosialis Komunis. Para orang tua diingatkan oleh ALLOH SWT dalam Al Qur’an surat At Tahrim ayat 6:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka

Para orang tua dan pendidik diarahkan oleh Alloh agar melaksanakan pola pendidikan yang dapat mengantarkan anak-anak agar tidak terjerumus kedalam api Neraka. Setidak-tidaknya pendidik akan menunujukkan mana yang halal dan mana yang haram. Pendidik harus membebaskan anak-anak dari lingkungan yang buruk. Lingkungan pendidik harus steril dari pengaruh api neraka.

1.2.             FULL DAY SCHOOL

                 Merupakan program pendidikan yang seluruh aktivitas berada di sekolah (sekolah sepanjang hari) dengan ciri integrated activity dan integrated curriculum. Sekolah terpadu (plus) ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pembinaan generasi sholih dan sholihah. Para pendidik akan tampil sebagai uswatun hasanah yang mendampingi anak-anak dalam mencapai perkembangan  optimalnya.

Dilaksanakan program full day school pada hakekatnya tidak hanya upaya menambah waktu dan memperbanyak materi pelajaran saja. Namun lebih dari itu adalah untuk mengkondisikan anak agar memiliki pembiasaan hidup yang baik, ini yang pertama, Yang kedua adalah untuk pengayaan atau pendalaman konsep-konsep materi pelajaran yang telah ditetapkan oleh Diknas. Yang ketiga adalah memasukkan materi-materi keislaman kedalam bidang studi dan sebagai bidang studi tersendiri yang harus dikuasai oleh anak-anak sebagai bekal hidup. Keempat untuk pembinaan kejiwaan, mental dan moral anak. Maksudnya adalah memberikan keseimbangan antara kebutuhan rohani dan jasmani agar terbentuk kepribadian yang utuh.

Oleh karena itu program full day school dilengkapi dengan program rekreatif dalam pembelajaran agar tidak timbul kebosanan dalam menempuh studinya. Dilengkapi pula system komunikasi dan koordinasi hingga di rumah melalui buku penghubung. Maka program ini melibatkan secara utuh peran orang tua dalam membantu pendidikan. Dengan program ini diharapkan tidak terjadi ketimpangan pendidikan.

1.3.             PROFIL LEMBAGA

 A.   Visi Misi

 Visi:

Terwujudnya generasi muslim sejati yang siap berperan di era globalisasi

Misi :

 Menanamkan pada anak untuk mencintai Alloh SWT dan RosulNya

  • Menanamkan pada anak untuk gemar membaca Al Qur’an dan Hadist
  • Mewujudkan generasi Islam yang ber Akhlak Rosululloh SAW
  • Memberikan bekal yang kuat untuk dapat berperan di era globalisasi

B.    Tujuan

 

  1. Terwujudnya generasi Islam yang kuat iman dan taqwanya
  2. Terwujudnya generasi Islam yang taat beribadah
  3. Terwujudnya generasi Islam Qur’ani
  4. Terwujudnya generasi Islam yang berbakti kepada orang tua dan guru
  5. Terwujudnya generasi Islam yang kuat sosial ekonominya
  6. Terwujudnya generasi Islam yang dapat membawa manfaat untuk keluarga, Agama, Bangsa & Negara

 

C.    Program Pokok

 

  1. Akademik perpaduan antara kurikulum diknas dan kurikulum pesantren (Khas AL KAYYIS)
  2. Al Qur’an (Baca, Tulis, Tahsin dan Tafsir)
  3. Aqidah untuk pemurnian agar tidak syirik
  4. Akhlak agar berbudi pekerti luhur
  5. Al Hadist (Baca, Tulis, Tarjim, dan menceritakan maknanya)
  6. Keterampilan (Life Skill)
  7. Pengembangan emosional spiritual quotion
  8. Extrakurikuler

D.    Spesifikasi

 

Sekolah dalam satu system keadministrasian yang dikendalikan Lembaga   pendidikan. Semua pengembangan kurikulum bersumberkan pada Al Qur’an dan Al Hadist sebagai sumber rujukan utamanya dan dikembangkan dengan ijtihad.


logo Play Group Islam Terpadu Al Kayyis 

BAB II

PROGRAM PENDIDIKAN

PG ISLAM TERPADU AL KAYYIS BANTARSARI CILACAP

2.1 LATAR BELAKANG

 

Mutu Pendidikan sebanding lurus dengan peradaban suatu bangsa. Semakin baik mutu pendidikan maka secara signifikan nilai peradaban berbangsa semakin maju, mutu kehidupan meningkat, budi pekerti tinggi, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Akan tetapi sebaliknya apabila mutu pendidikan semakin merosot, maka kualitas peradaban turun, sifat jahiliyah (kebodohan), kedholiman, kemiskinan dan kesengsaraan akan menghiasi muka bumi ini.

PG Islam Terpadu Al Kayyis berusaha memberikan pendidikan dasar secara integrasi. Selain bidang-bidang akademik, diberikan pula ketrampilan hidup (life skills), sains-teknologi, dan pendidikan agama yang menjiwai seluruh pembelajaran; porsi pembelajaran Al Qur’an lebih (setiap hari), membiasakan praktek keagamaan ( wudlu, sholat, do’a harian, hafalan juz amma, adab/akhlak) dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengedepankan pengolahan ranah kognitif, afektif dan psikomotor, PG Islam Terpadu Al Kayyis menggunakan kurikulum Al Kayyis Terpadu dengan model pembelajaran ”Sentra” (station atau zone) dengan lima domain perkembangan anak yakni: afeksi, kognisi, psikomotor, bahasa, dan keterampilan sosial. belajar praktek langsung dengan alam dan lingkungan sehari-hari (kontekstual) dan mengutamakan pelayanan pendidikan sebaik-baiknya kepada masyarakat khususnya umat Islam.

A.   Program Pembelajaran

Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).

Setiap anak pada dasarnya memiliki naluri sebagai peneliti yang aktif dan kreatif, oleh karena itu ia perlu keleluasaan dan kebebasan untuk ber-eksperimen/ber-eksplorasi dengan lingkungannya. Untuk itu kami akan memberikan program pembelajaran melalui sistem sentra yang dapat digambarkan sebagai berikut:

–          Sentra (station atau zone) dirancang melalui sejumlah kegiatan main yang mengarah pada sebuah titik pusat, yaitu tujuan satu hari sesuai dengan lesson plan ustadzah

–          Kegiatan-kegiatan main di setiap sentra direncanakan oleh tim ustadzah untuk membangun lima domain perkembangan anak yakni: afeksi, kognisi, psikomotor, bahasa, dan keterampilan sosial

–          Sentra-sentra ditempatkan di dalam maupun di luar ruangan dengan menyediakan bermacam-macam bahan dan alat main yang sesuai dengan usia dan tahap-tahap           perkembangan anak.

B.    Kegiatan – Kegiatan Main Di Setiap Sentra

 

Kegiatan – kegiatan main di setiap sentra dikelompokkan dalam tiga jenis main yakni: main sensorimotor, main peran, dan main pembangunan.

1.      Main Sensorimotor

Main sensorimotor merupakan respons paling sederhana hingga gerakan yang lebih terarah dan bermakna. Misalnya bayi menggeliat karena terkena benda dingin, hingga anak melakukan gerakan memegang, mencium, menendang, dan sebagainya.

Manfaat: Untuk memperkuat pusat-pusat syaraf indera anak (jika ada kesempatan main sensorimotor yang beraneka ragam, penginderaan anak akan bertambah kuat)

2.       Main Peran

Main peran mulai terlihat menjelang anak berusia 2 tahun, misalnya: bila anak melihat botol susu, maka ia akan menaruhnya dimulut boneka seolah-olah ia tengah memberikan susu, dll.

Manfaat:

–            Main peran sangat membantu perkembangan bahasa dan interaksi sosial anak.

–            Main peran juga dapat memupuk daya cipta anak dan dapat menjadi terapi yang sangat efektif bagi anak yang mengalami kesedihan dan trauma.

3.       Main Pembangunan

Main pembangunan biasanya terlihat pada anak-anak yang usianya lebih dewasa, yakni antara usia 3 – 4 tahun ke atas, Misalnya :

–            Ketika anak main tanah liat ia bisa membuat terowongan

–            Ketika anak main cat atau crayon ia bisa membuat lukisan

C.    Sentra-Sentra Pada Anak Usia Dini (Play Group)

1.       Sentra Sains

–       Ditempatkan di dalam maupun di luar ruangan sehingga anak-anak dapat bermain setiap hari

–       Dilengkapi dengan pasir, air, dan bahan yang bersifat sifat cair lainnya untuk melakukan percobaan-percobaan sains.

2.       Sentra Peran

–       Sentra ini dilengkapi dengan bermacam-macam bahan dan alat untuk mendukung main pura- pura, misalnya main rumah-rumahan atau bertema keluarga atau tema lain seperti profesi (guru, polisi, pak pos, dokter, dsb)

3.       Sentra Balok

–       Sentra ini menyediakan balok unit dan balok berwarna lain-nya (diutamakan untuk anak usia 3-6 tahun), lego-lego berukuran besar (untuk anak usia toddler).

4.       Sentra Seni

–       Menekankan pada penggunaan bahan seni seperti lem, gunting, krayon, spidol, cat, papan lukis, kertas-kertas yang disediakan setiap hari sehingga ketika anak memerlu-kan selalu ada

5.       Sentra Persiapan

–       Memberi kesempatan anak-anak untuk mengurutkan, mengklasifikasikan, menyusun pola, dan mengorganisasikan bahan serta menyediakan pengalaman awal menulis dan membaca.

–       Kegiatan ini untuk mendukung perkembangan dari keterampilan dan pengetahuan tsb. Diberikan dalam semua sentra.

–       Dirancang secara khusus untuk memperkuat keterampilan dan pengetahuan tersebut.

6.       Sentra Ibadah Islam

–       Sentra ini melatih anak untuk dapat beribadah dengan baik, seperti: berwudhu, sholat, dan mengaji.

–       Dilengkapi dengan praktek setiap hari agar menjadi suatu pembiasaan dalam kehidupan

D.   Pijakan (scaffolding) Pembelajaran Di Sentra-Sentra

Anak sering tidak tahu bagaimana cara menggunakan bahan dan alat bermain, aturan-aturan dalam bermain, kehilangan ide untuk melanjutkan permainan, dsb. Guru/pendidik (orang dewasa lainnya) harus senantiasa berada di dekat anak untuk memberikan pijakan berupa dukungan, bantuan, bimbingan, arahan, dan menjelaskan harapan-harapannya terhadap anak

Ada 4 pijakan untuk pembelajaran di sentra-sentra:

 

1.    Pijakan lingkungan main

  • Sebelum anak-anak datang ke sentra-sentra,   guru/pendidik telah menata lingkungan main dengan menyiapkan sejumlah tempat main
  • Usahakan paling tidak ada 3 tempat main anak agar anak bebas memilih permainan

Guru/pendidik perlu menyediakan waktu yang cukup agar anak-anak dapat memilih dan menikmati ke 3 jenis pengalaman-pengalaman main (main sensorimor, main peran, dan main pembangunan) paling sedikit 1 jam bagi anak untuk bermain.

2.    Pijakan pengalaman sebelum main

  • Guru/pendidik menjelaskan kegiatan-kegiatan main hari ini, mencontohkan bagaimana menggunakan bahan dan alat bermain secara tepat
  • Agar anak mendapatkan ide saat bermain, guru/ pendidik dapat membacakan sebuah cerita atau berdiskusi bersama anak
  • Membacakan sebuah cerita dapat menanamkan kecintaan terhadap buku.

3.    Pijakan pengalaman main setiap anak

  • Ketika anak memilih sebuah kegiatan guru/pendidik harus mencatat apa yang dipilih anak pertama kali
  • Jika anak hanya terpaku pada kegiatan main menuang dan mengisi pasir, artinya anak masih berada pada tahap main sensorimotor.
  • Ketika anak-anak bermain, guru/pendidik harus senantiasa memberikan perhatian kepada semua anak dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain sambil memberikan dukungan pada kegiatan anak selagi mereka bekerja. Misalnya: kepada anak yang tengah bermain playdough (adonan tepung) dengan menggunakan cetakan-cetakan huruf, guru/pendidik menanyakan tentang apa saja huruf yang telah dibuat, kemudian guru meminta anak untuk membuat huruf lain, dst.

4.    Pijakan pengalaman setelah main

  • Saat anak-anak berada di Sekolah Dasar nantinya, mereka diharapkan dapat fokus pada satu kegiatan dan menyelesaikan kegiatan tersebut hingga tuntas
  • Guru/pendidik dapat mengajarkan keterampilan-keterampilan tersebut melalui kesempatan berbagi cerita pengalaman-pengalaman main yang tadi dilakukan dalam sebuah lingkaran usai anak-anak bermain
  • Sebelum pulang, guru/pendidik juga dapat mengajak anak-anak membereskan bahan-bahan dan alat-alat main dan meminta untuk menatanya kembali ke tempat-tempatnya.

Dengan cara ini anak belajar mengelompokkan dan mengelola lingkungan main secara tepat.

E.    Langkah-Langkah Petunjuk Guru/ Pendidik Bagi Anak

  1. Anak-anak boleh pilih satu kegiatan
  2. Kegiatan yang telah dipilih harus diselesaikan oleh anak
  3. Perlihatkan/ceritakan kepada guru/ pendidik apa yang telah dimainkan
  4. Rapikan kembali kegiatan tersebut
  5. Pilih kegiatan main lainnya

F.    Kegiatan Penunjang

 

  1. Special day untuk masing masing tema
  2. Tadabur alam
  3. Out Bond
  4. Manasik haji
  5. Bakti sosial, Bagi zakat, kunjungan ke dhuafa’.
  6. Kunjungan ke Instansi-instansi

G.   Kegiatan Inti

 

  1. Program pengenalan AL Qur’an
  2. Menghafal Asmaul husna dan aplikasinya
  3. Menghafal do’a-do’a dan surat pendek
  4. Penanaman Aqidah dan Akhlak
  5. Pengembangan kemampuan dasar

H.   Hari dan Jam Belajar

          Masuk dari hari senin-Jum’at, mulai pk.07.30 – 11.00 wib

               

E_mail   : alkayyiscilacap@gmail.com

fb            : alkayyis cilacap ( www.facebook.com/alkayyis.cilacap)

Web      : http://www.alkayyiscilacap.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s