Kisah Pencarian Tuhan Nabi Ibrahim AS pada usianya 15 bulan

Kisah Pencarian Tuhan Nabi Ibrahim AS pada usianya 15 bulan

Nabi Ibrahim: “Wahai ibu dan ayahku, siapa yang telah menjadikan aku ini?

Jawab Ayahnya :”Ayah dan Ibu yang menjadikan kamu, karena kamu lahir disebabkan kami”.

Kemudian Nabi Ibrahim bertanya lagi: “Dan siapa pula yang menjadikan Ayah dan Ibu?

Jawab orang tuanya: “Ya Kakek dan nenekmu.”

Demikian tanya jawab seterusnya sampai ketitik puncak.

Nabi Ibrahim menyatakan: “Siapakah orang pertama yang menjadikan semua ini?

Maka orang tuanya tidak bisa menjawab, karena mereka tidak tahu kepada Tuhan.

Ibrahim kemudian bertanya kepada orang lain, namun mereka semua tidak bisa menjawab.

Nabi Ibrahim kemudian menggunakan akal dan fikirannya untuk mencari Tuhan Sang Pecipta alam semesta ini, karena akal manusia sangat terbatas, nabi Ibrahim pun gagal untuk mengetahui siapa sebenarnya yang telah menciptakan alam semesta ini. 

Firman Allah SWT: (QS. Al-An’am: 76-79)

“Falammaa janna ‘alayhi allaylu raaa kawkaban qaala haadzaa rabbii falammaa afala qaala laa uhibbu al-aafiliina”

 

76. Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.”

“Falammaa raaa alqamara baazighan qaala haadzaa rabbii falammaa afala qaala la-in lam yahdinii rabbii la-akuunanna mina alqawmi aldhdhaalliina

77. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.”

“Falammaa raaa alsysyamsa baazighatan qaala haadzaa rabbii haadzaa akbaru falammaa afalat qaala yaa qawmi innii barii-un mimmaa tusyrikuuna

78. Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.

“Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathara alssamaawaati waal-ardha haniifan wamaa anaa mina almusyrikiina”

79. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

Ketika hari telah malam, Ibrahim melihat bintang, katanya: “Inilah Tuhanku…?”
Maka setelah dilihatnya bintang terbenam, ia berkata: “Saya tidak akan berTuhan pada yang terbenam.”
 
Kemudian ketika melihat bulan purnama, iapun berkata lagi: “Inilah Tuhanku…?”

Setelah bulan itu lenyap, lenyap pula pendapatnya berTuhan kepada bulan itu, seraya berkata:
“Sungguh kalau tidak Tuhan yang memberi petunjuk, tentu saya menjadi sesat.”

 
Maka ketika siang hari, nampak olehnya matahari yang sangat terang, ia pun berkata:
“Inikah Tuhanku yang sebenarnya…? Inilah yang lebih besar.”
Setelah matahari terbenam, iapun berkata: “Hai kaumku! Saya tidak mau mempersekutukan Tuhan seperti kamu. Saya hanya berTuhan kepada yang menjadikan langit dan bumi dengan ikhlas dan sekali-kali saya tidak mau menyekutukanNya.”
Itulah cara Nabi Ibrahim as. mencari Tuhan dengan menggunakan akal fikiran untuk memperhatikan alam sekitarnya. Awwaluddin ma’rifatullah, yaitu awal agama adalah mengenal Allah, barangsiapa yang ingin mengenal Allah, maka kenali dirinya baru ia akan mengenal siapa Allah itu sesungguhnya, siapa Tuhan itu dan dimana Allah itu, kenapa kita wajib menyembahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s