keberuntungan tidak cukup diukur dengan materi (uang)

Seringkali kita mengukur keberuntungan dengan banyaknya harta dan mewahnya rumah/kendaraan, padahal itu semua hanyalah fatamorgana. Dalam sebuah maqolah dijelaskan: “Sungguh beruntung bagi orang yang meninggalkan dunianya sebelum dunia tersebut meninggalkannya (artinya: membelanjakan harta dunianya untuk kebaikan dijalan Alloh sebelum Alloh memusnahkan di jalan yang tiada guna dan manfaatnya). Sungguh beruntung bagi orang yang membangun kuburnya sebelum ia dikubur dengan memperbanyak amal Sholeh. Dan Sungguh beruntung bagi orang yang membuat Alloh Ridho kepadanya sebelum ia bertemu (mati) dengan Taubat, Taqwa dan Amal Sholih” (Nasoihul Ibad, Bab-3, maqolah ke-19, hal:11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s