KAIFA TUSOLLI (Tuntunan Sholat Menurut Riwayat Hadits)

احاديث الصلاة للكتاب كيف تصلى

(Tuntunan Sholat Menurut Riwayat Hadits)

صلوا كما رايتموني ا صلى

                                                                                               رواه البخارىو(بلوغ المرام:66)

Artinya :

“Sholatlah kamu sebagaimana engkau melihatku sholat”.  (HR.Al Bukhory,lihat Bulughul Marom hal :66)

 

Haruskah Orang Mengerti Arti Bacaan Sholat

 

يايها الذين ءامنولاتقربواالصلوة وانتم سكرى حتى تعلموا ما تقولون

 

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendekati sholat sedangkan kalian dalam keadaan mabuk,sehingga  kalian mengetahui apa-apa yang kalian katakana ( Q.S An Nisa’ : 43)

 

عن عائشة رضى الله عنها ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:

 

اذ نعس احدكم وهو فى الصلاة فليرقد حتى يذهب عنه النوم فان احدكم

 

 اذا صلى وهو ناعس لايدرى لعله يستغفر الله فيسب نفسه

 

Dari Aisyah,bahwasahnya Rosululloh  : Apabila mengantuk salah seorang diantara kalian padahal dia itu (sedang/akan) sholat,maka hendaklah dia tidur sampai hilang rasa ngantuknya itu,karena sesungguhnya salah seorang diantara kalian apabila sholat sedang dia itu dalam keadaan mengantuk,dia tidak tahu barangkali dia akan minta ampun,padahal dia memaki dirinya sendiri. (HR. Bukhoriy 1: 62).

Keterangan :

Kutipan diatas menunjukkan adanya larangan orang mengerjakan sholat dalam keadaan mabuk,undzur ini ditandai dengan “ Tidak mengertinya akan apa yang diucapkan sendiri”.

Hadits diatas menunjukkan larangan orang mengerjakan sholat dalam keadaan  mengantuk,adapun sebab atau udzurnya adalah juga “Tidak mengerti/tidakl menyadari akan apa yang diucapkannya sendiri”

Ketidak mengertian orang yang mengantuk ini ternyata dari kalimat……………dia tidak tahu barangkali dia …………………………

Maka dapat disimpulkan bahwa : “ Orang dilarang mengerjakan sholat dalam keadaan tidak sepenuhnya menyadari apa yang diucapkan”.

Jelaslah bahwa orang yang mengerjakan/melakukan sholat harus mengerti arti dan maksud dari bacaan-bacaannya agar tidak melanggar larangan Alloh dan Rosululloh SAW sebagaimana tertera diatas.

Tidak mengerti dan tidak memahami arti dan maksud bacaan barangkali sama juga nilainya dengan orang yang ngantuk atau orang mabuk.

Karena dengan niat memenuhi aturan Alloh dan Rosululloh SAW hendaknya difahami bacaan-bacaan sholat,agar terbebaskan  dari katagori 0rang mengantuk /orang mabuk.

Mengatur Shof  Dalam Sholat

 

1.Meluruskan dan merapatkan shof sebagaian dari kesempurnaan sholat,

   Pengertiannya : Bila shof tidak lurus atau rapat maka sholatnya belum sempurna.

   (HR.Abu Daawud 1: 313).

2.Cara mengatur Shof  :

    Praktek merapatkan shof dilaksanakan dengan jalan :

1.Menempelkan pundak dengan pundak teman sebelahnya.

2.Menempelkan lutut dengan lutut teman disebelahnya.

3.Menempelkan mata kaki dan sisi telapak kaki dengan mata kaki dan sisi telapak kaki teman disebelahnya.

 

عن أنس عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أقيموا صفو فكم فانى أراكم

 

 من وراء ظهرى وكان أحدنايلزق منكبه بمنكب صاحبه وقدمه بقدمه

 

Dari Anas  dari Nabi SAW,bersabda : “Dirikanlah /aturlah shof-shof kalian,karena sesungguhnya aku ini melihat kalian dari belakang punggungku.(Berkata Anas): “dan adalah seorang diantara kami menempelkan pundaknya dengan pundak temannya dan menempelkan telapak kakinya dengan telapak kaki temannya”.(HR. Bukhoriy 1:185)

 

عن أنس ابن مالك قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

 

سووا صفو فكم فان تسوية الصفوف من تمام الصلاة

 

Dari Anas bin Malik,berkata : Bersabda Rosululloh SAW : “Luruskanlah shof-shof kalian,karena sesungguhnya meluruskan shof itu sebagian dari kesempurnaan

nya  Sholat”.

 

3.Dampak negative bila shof tidak rapat :

1.Bila shof tidak rapat (tidak diatur menurut aturan Rosululloh SAW) akan meng

   akibatkan  adanya perselisihan dikalangan umat muslimin HR.Abu Dawud 1:178

2.Apabila shof renggang/tidak rapat,maka syaithon akan masuk disela-sela shof untuk

   Menganggunya HRDawud 1: 79.

3.Orang yang memutus shofnya,Allohg juga memutuskan kepadanya,orang yang men

   yambungkan  shof akan disambung Alloh dengan rahmat-Nya HR.Abu Dawud 1:77

الادعية د خل الصف

 (Do`a Ketika memasuki Shof)

اللهم اتني افضل ماتؤتي عباد ك الصالحين

                                                                           رواه النسائي وا نن سني والبخاري ,الاء ذكار:33  

ِArtinya :

“Ya Alloh berilah aku seutama-utama apa saja yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang sholih”. (HR.An Nasaaiy,Ibnu Sunniy,dan Al Bukhoriy,lihat Al Adzkar An Nawawiy hal: 33)

 

Takbir Dan Mengangkat Kedua Tangan

 

1.Berbagai riwayat posisi mengangkat kedua tangan :

1.Mengangkat kedua tangan sejajar dengan dua pundak (HR.Bukhoriy 1: 187)

2.Mengangkat kedua tangan sejajar dengan dua telinga (HR.Muslim 2 : 7)

3.Mengangkat kedua tangan lebih tinggi dari dua telinga (HR.Al Baihaqiy 2: 27)

4.Mengangkat kedua tangan setinggi dada (HR.Abu Daawud 1 : 193)

 

عن عبد الله بن عمر رضى الله عنهما قال ريت رسول الله صلى الله عليه وسلم اذا قام فى

 

الصلاة رفع يديه حتى تكونا حذو منكبيه وكان يفعل ذلك حين يكبر للركوع ويفعل ذلك اذارفع

 

رأسه من الركوع ويقول سمع الله لمن حمده ولايفعل ذلك فى السجود

 

Dari Abdulloh bin Umar ra,berkata : Aku melihat Rosululloh Saw apabila berdiri dalam sholat mengangkat kedua tangan beliau sampai keduanya itu berbetulan

(sebanding dengan)kedua pundak beliau dan adalah beliau mem perbuat yang demikian itu apabila mengangkat kepala beliau dari ruku’ dan mengucapkan : “Sami’allohu Liman Hamidah”,dan tidaklah beliau mem per buat yang demikian itu diwaktu akan sujud atau dari sujud.(HR. Bukhoriy, Muslim)

 

عن مالك نب الحويرث ان رسول الله صلى الله عليه وسلم كان اذاكبر رفع يديه حتى يحاذي

 

بهما أذنيه واذا ركع رفع يديه حتى يحاذي بهما أذنيه واذا رفع رأسه من الركوع

 

 فقال سمع الله لمن حمده فعل مثل ذلك

 

Dari Malik bin Huwairits,bahwasahnya Rosululloh SAW adalah bertakbir mengangkat kedua tangan beliau sampai berbetulan (menyamai)dengan kedua telinga beliau,dan apabila ruku’ mengangkat kedua tangan beliau berbetulan (men yamai) dengan keduanya itu akan kedua telinga beliau,dan apabila mengangkat kepala beliau dari ruku’ serta mengucapkan : “ Sami’allohu Liman Hamidah” beliau berbuat yang seperti itu.

عن وائل بن حجر قال رأيت النبى صلى الله عليه وسلم حين افتتح الصلاة رفع يديه حيال أذنيه

 

قال ثم أتيتهم فريتهم يرفعون أيديهم الى صدورهم فى افتتاح الصلاة وعليهم برانس وأكسية

 

Dari Wa’il bin Hujr,berkata: Aku melihat Rosululloh SAW ketika membuka/memulai sholat mengangkat kedua tangan beliau diarah kedua telingan beliau”.Berkata(Wa’il): ”Kemudian aku datangi mereka (para sahabat),maka aku lihat mereka mengangkat tangan mereka sampai kedada mereka dalam memulai sholat,sedang atas mereka itu Burnus dan kain-kain(mereka memakainya)”.

2.Cara mengangkat kedua tangan :

Membuka jari dengan tidak terlalu merenggangkan dan tidak terlalu merapatkan serta menghadapkan telapak tangan kearah kiblat(HR.Al Baihaqiy 2: 27).

3.Mengangkat kedua tangan dilakukan pada empat waktu,diantaranya :

1.Ketika Takbirotul Ihrom (HR.Al Bukhoriy 1: 188)

2.Ketika Ruku’ (HR.Al Bukhoriy 1: 188)

3.Ketika I’tidal (HR.Al Bukhoriy 1: 188)

4.Ketika berdiri dari Tasyahud Awal (HR.Al Baihaqiy 2 : 137)

4.Riwayat tentang waktu Takbir dan mengangkat tangan :

 

1.Mengangkat bersamaan dengan Takbir (HR.Al Bukhoriy 1: 188).

2.Mengangkat sebelum bertakbir (HR.Al Muslim : 2 : 6).

3.Bertakbir sebelum mengangkat tangan.(HR.Al Baihaqiy 2 : 27)

Mengangkat kedua tangan bersamaan dengan takbir :

 

عن ابن عمر رضى الله عنهما قال : كان النبى صلى الله عليه وسلم يرفع يديه حين يكبر حتى 

 

تكونا حذو ومنكبيه أ و قريبا من ذلك

 

Dari Abdulloh bin Umar ra berkata : adalah RosulullohSAW mengangkat kedua tangan beliau ketika bertakbir sampai keduanya itu berbetulan dengan kedua pundak beliau atau dekat daripada itu”.(HR. Al Bukhoriy 1: 188,Ahmad Fiqussunah 1 :121).

Mengangkat tangan lebih dahulu,kemudian baru bertakbir

 

عن ابن عمر رضى الله عنهما قال : كان النبى صلى الله عليه وسلم أذا قام الى الصلاة رفع

 

يديه حتى تكونا حذو ومنكبيه ثم يكبر

 

Dari Abdulloh bin Umar ra,berkata : Adalah Rosululloh SAW apabila berdiri untuk sholat mengangkat kedua tangan beliau sampai keduanya itu berbetulan dengan kedua pundak beliau kemudian bertakbir”.(HR. Bukhori,Muslim 2: 6,Fiqhussunah 1: 121).

Bertakbir sebelum mengangkat tangan.

عن أبى  هريرة رضى الله عنه رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم

 

ير فع يديه مدايعنى فى الصلاة

 

Dari Abu Huroirah  ra aku melihat Rosululloh SAW beliau mengangkat kedua tangannya terlebih dahulu sesudah takbir.

Catatan :

Takbir pada awal sholat dinamakan Takbirotul Ihrom sedang pada gerakan peralihan sholat dinamakan Takbirotul Intiqol.

 

Menaruh tangan kanan atas tangan kiri

 

1.Menaruh tangan  :

 

a.Menaruh tangan kanan diatas tangan kiri sambil memegang.

 

عن سهل بن سعد قال : كان الناس يؤمرون أن يضع  الرجل اليد اليمنى

 

على ذراعه اليسرى فى الصلاة

 

Dari Sahl bin Sa’d berkata ; “Adalah orang-orang disuruh untuk menaruhkan tangan kanan atas lengan(bawah)nya yang kiri didalam sholat”

HR.Al Bukhoriy 1: 188 riwayat ini menyebutkan “ Menaruh”,sedangkan

HR.An Nasa’iy 2: 126 riwayat ini menyebutkan “Memegang”.

b.Batas menaruh,yaitu dengan meletakkan tangan kanan diatas pergelangan

   dan lengan tangan kiri:

 

عن عاصم بن كليب فى حديثه قال: ثم وضع يده اليمنى على ظهر كفه

 

 اليسرى والرسع والساعد

 

Dari ‘Ashim bin Kulaib,dalam haditsnya berkata : “Kemudian beliau taruh tangan beliau yang kanan atas punggung telapak tangan beliau yang kiri atas pergelangan tangan dan lengan bawah”(HR Abu Dawud 1: 192).

2.Berbagai riwayat tentang posisi menaruh tangan :

1.Pada dada (HR.Al Bazzaar,lihat Syarh At Tirmidziy 2: 93/kitab Tuhfatul Ahwah

    Dziy).

2.Diatas dada.(HR.Ibnu Khuzaimah,lihat syarh Al Muwatho’1: 321,Tafsir Ibnu

   Katsiir4: 558).

3.Diatas pusar.(HR Abu Daawud 1: 201 hadits ini mauquf atas Sayyidina Ali dan

   diriwayatkan dari Said bin Jubair (seorang tabi’iy).

4.Dibawah pusar.(HR.Abu daawud 1: 201/dalam kitab Al Majmu’ 3: 313 hadits ini

    dhoif)

5.Melepaskan tangan lurus kebawah (HR.Abu Daawud 1: 194.Syarh Al Muwatho’

   1:321)

Pada Dada :

 

عن وائل بن حجر قال: صليت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم

 

 ووضع يده اليمنى على يده اليسرى على صدره

 

Dari Wa’il bin Hujr,berkata : Aku sholat berserta Rosululloh SAW,maka beliau meletakkan tangan beliau yang kanan atas tangan beliau yang kiri atas dada beliau.(H.R Ibnu Khuzaimah 1: 243).

Atau hadits ini dapat dikatagorikan meletakkan tangan diatas dada atau dibawah dada atau diatas pusar (dalam arti masih dalam lingkup dada) pendapat ini dikatakan oleh Sa’ad bin Jubair dari kalangan Tabi’in

(Al Majmu’ 3: 313).

Dilepas lurus kebawah :

 

قال أبوحميد كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أذا قام الى صلاة يرفع يديه حتى يحاذي بهما

 

منكبيه ثم يكبر حتى يقر كل عظم فى موضعه معتدلا

 

Berkata Abu Humaid : “Adalah Rosululloh SAW apabila berdiri pada sholat,beliau mengangkat kedua tangan beliau sampai menyamai dengan keduanya itu akan kedua pundak beliau,kemudian beliau bertakbir sampai berdiamlah/kembali tiap-tiap tulang/ anggota badan ditempatnya yang lurus.(HR Abu Dawud 1: 194).menurut madzab Imam Malik,tangan tidak ditaruhkan atas tangan yang lainnya melainkan dibiarkan lurus saja kebawah.

Dibawah Pusar :

 

عن أبى حجيفة أن عليا رضى الله عنه قال:

 

 السنة وضع الكف على الكف فى الصلاة تحت السرة

Dari Abi Juhaifah,bahwasahnya Ali ra,berkata : “Adalah sunnah menaruhkan telapak tangan atas telapak tangan didalam sholat dibawah pusar”.(HR.Ahmad 6:110 dan Abu Dawud 1: 201)namun para ahli hadits bersepakat bahwa hadits ini kedudukannya dhoif (lemah karena adanya perowi yang bernama Abdurrahman bin Ishaq Al Wasit hy  (Al Majmu’3: 313).

Niat Dalam Sholat

a.Sahnya Amal Dengan Niat

 

عن عمر بن الخطاب رضى الله عنه سمعت رسو ل الله صلى الله عليه وسلم

 

يقول : انما الأعمال بالنيات وانما لكل امرئ مانوى

 

Dari Umar ra beliau berkata : saya telah mendengar Rosululloh SAW bersabda : “Sesungguhnya sahnya amal itu dengan niatdan sesungguhnya bagi tiap orang menurut apa yang diniatkan” (HR.Bukhori Muslim,Syarah Arbain :9).

 

b.Waktu Niat Sholat

 

berkata Imam Syafi’I :

واذا أحرم نوى صلا ته فى حال التكبير لابعده ولا قبله

“Dan ketika seorang itu bertakbirotul – Ihrom maka berniatlah dia akan sholatnya pada waktu takbir itu,bukan sesudah dan sebelumnya”.(Al Majmu’ Syarkhul Muhadzdzab 3 : 227).

Sedangkan menurut Al Imam Abu Hanifah dan Al Imam Ahmad dapat di lakukan sebelum sholat,dan menurut Al Imam Abu Yusuf dapat dilakukan ketika berangkat menuju sholat (Al Majmu’ 3:278).

Niat dilakukan dalam hati bukan dengan lisan,dapat menggunakan bahasa apapun dan tidak cukup dengan melafadzkan niat.(Al Minhaajul Qowiim hal 37).

c. Tingkatan Niat Sholat :

Berkata seorang ahli fiqh Salim bin Abdulloh bin Samir Al Hadromy pengarang kitab Safinatun Najah.Niat itu ada 3 tingkatan :

1,Apabila sholat itu fardlu maka wajib adanya kesengajaan mengerjakan

   sholat(Qosdhul Fi’li) menyatakan sholat apa(Ta’yiin) dan kefardhluan (Fardhiyah).

2.Apabil apabila sholat itu sunnah yang terbatas pada waktu tertentu seperti sholat

   Rowatib (Qobliyah maupun Ba’diyah) atau sholat sunnah yang mempunyai sebab

   Seperti : Sunnah Wudlu,Tahiyyatul masjid,maka wajib Qosdlul Fi’li dan Ta’yiin.

3.Apabila sholat itu sunnah mutlaq(tanpa ada kaitannya sebab apapun),makawajib

   Qoshlul Fi’li saja ,yang dimaksudkan Qosdlul Fi’li ialah : Usholiy(saya sholat),

   Dan Ta’yyin ialah dhuhur dan Ashar,sedangkan fardliyah ialah menyebut fardlu

   Contohnya lengkapnya :

                                              اصلي فرض المغرب

   (saya niat sholat fardlu Magrib) yang diniatkan dalam hati pada waktu takbirotul

   Ihrom dan dengan bahasa apapun.

Catatan :

1.Al Imam Al Haromain dan Al Imam Al Ghozaliy memilih pendapat bahwa dalam

   Niat ini sebaliknya tidak usah memaksakan diri dalam menyatukan waktu niat

   dengan takbir,yang penting ia hadir dalam sholatnya dan tidak lupa.(Al Majmu’

   3:277)

2.Tentang melafadzkan Niat (التلفظ بالنية) Madzhab ASy Syafi’iyyah(pengikut Al

    Imam Asy Syafi’iy)membolehkan melafadzkan niat dengan tujuan :

ليساعد اللسان القلب

(Untuk membantu kemantapan hati) (Fathul Mu’iin hal 16)

    Atas dasar ini maka melafadzkan niat dengan lisan,yang diucapkan sebelum takbir

    seperti ucapan : اصلي فرض المغرب –  اصلي فرض العشاء

apabila hal itu dianggap dapat membantu kemantapan hati,maka diperbolehkan dan dibenarkan sebab melafadzkan niat itu sendiri diluar amalia ibadah sholat.

Perlu diketahui bahwa pelaksanaan ibadah sholat dimulai dari takbir (HR.Al Baihaqi 2: 15),Bila dengan melafadzkan niat dapat mengganggu kemantapan hatinya sendiri atau niatnya orang disamping kanan kirinya,maka hal demikian itu tidak dibenarkn dan sebaiknya tidak dilakukan,sebab tujuan semula dari melafadzkan niat adalah untuk membantu kemantapan hati.

Sunnah – Sunnah Ketika Berdiri

 

1.Menundukkan kepala dengan mengarahkan pandangan ketempat sujud

 

روى ابن عباس رضى الله عنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم

 

اذا ا ستفتح الصلاة لم ينظر الا الى موضع سجوده

 

Meriwayatkan Ibnu Abbas ra,beliau berkata : “Adalah Rosululloh SAW apabila memulai sholat maka beliau tidak melihat kecuali pada tempat sujudnya”.

(HR Al Bahaqiy 2 : 283,Al Majmu’ 3:314).

Berkata Ima Nawawiy : Hadits ini Ghorib (asing) aku tidak mengenalnya,dan Imam Bahaqiy telah meriwayatkan beberapa hadits dari riwayat Anas dan yang lain serupa dengan hadits ini dan semuanya Dhoif(lemah).

Keterangan :

Sekalipun hadits ini kedudukannya lemah,tetapi karena menundukkan kepala kearah tempat sujud mengantarkan kepada kekhusyu’an dalam sholat dan menjauhkan pandangan mata dari sesuatu yang mungkin mengganggu kekhusyu’an ,maka sebaiknya hal ini diamalkan.

2.Tidak mengangkat pandangan mata keatas

Dari Abu Huroiroh bahwasahnya Rosululloh SAW bersabda : “Hendaknya sungguh menyudahi(berhenti)para kaum yang mengangkat pandangan mata mereka kearah atas dalam sholat,atau kalau tidak niscaya sungguh akan disambar  pandangan mata mere ka”.(HR.Ahmad,Muslim dan Nasaiy,Fiqhsunnah : 227).

3.Tidak melihat sesuatu yang dapat melupakan,mengecohkan dan mengacaukan

   kekhusyu’an sholat

 

عن عائشة رضى الله عنها ان النبى صلى الله عليه وسلم صلى فى خميصة لها أعلام فقال:

 

شغلتنى أعلام هذه ا ذ هبوابها الى أبى جهم واتونى بأنبجانيته

 

 

Dari ‘Aisyah ra bahwa Rosululloh SAW bersholat pada (memakai) baju yang ada padanya corak-corak,maka beliau bersabda : “Aku dilupakan(dalam sholatku) oleh corak-corakini,bawalah baju ini kepada Abi Jahm,dan berikanlah kepadaku baju Anbijaniyahnya (baju tebal dari bulu dan tidak bercorak)sebagai gantinya”.

(HR.Bukhoriy 1: 105 Fiqhussunah 1: 227).

4.Merenggangkan kaki (HR.An Nasaa’iy 2: 12)

5.Memakai sarung atau celana dengan tidak menutupi mata kaki bagi laki-laki

   (HR.Abu Daawud 1: 172).

6.Masalah memejamkan mata,ada beberapa pendapat (Al Majmu’ 3: 314, Fiqh   

   ussunnah 1: 227)

1.Ats Tsauriy berpendapat Makruh dengan alasan menyamai orang Yahudi.

2.Al Imam Malik mengatakan tidak apa-apa.

3.Al Imam Al Baihaqiy menjelaskan bahwa hadits yang digunakan untuk kemakruhan

   memejamkan mata adalah dhoif.

4.Al Imam An Nawawiy berpendapat,memejamkan mata tidak makruh,bila dapat

   mengantarkan kepada kekhusyu’an.

5.Al Imam Ibnul Qoyyim berpendapat apabila membuka mata tidak mengurangi ke

   khusyu’aan,maka lebih utama membuka mata.sedangkan apabila membuka mata

   mengganggu kekhusyu’an karena ada pengganggu didepannya,maka menutup mata

   lebih utama.

7.Berdo’a sebelum takbirotul Ihrom

 

اللهم اتني افضل ماتؤتي عباد ك الصالحين

  رواه النسائي وا نن سني والبخاري ,الاء ذكار:33

ِ   Artinya :

“Ya Alloh berilah aku seutama-utama apa saja yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang sholih”. (HR.An Nasaaiy,Ibnu Sunniy,dan Al Bukhoriy,lihat Al Adzkar An Nawawiy hal: 33)

الادعية الا فتتاح

(Do`a Pembukaan/Iftitah)

 

عن عبد الله بن عمر قال: بينما نحن نصلى مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال

 

رجل من القوم الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا  فقال رسول

 

الله صلى الله عليه وسلم : من القائل كلمة كذا وكذا فقال رجل من القوم انا يارسول الله !

 

قال : عجبت لها وذكر كلمة معناها فتحت لها أبواب السماء قال ابن عمر ماتركته منذ

 

سمعت رسول الله ( رواه النسا ئى ) وفى رواية لقد ابتد رها اثنا عشر ملكا

  

Dari Abdulloh bin Umar,berkata : ketika kita sholat beserta Rosululloh SAW maka berkata seorang dari kaum : Allohu Akbar Kabiriro Wal Hamdulillahi Katsiiro Wa Subhaanallohi Bukrotan Wa Ashiila,maka bertanya Rosululloh SAW : Siapakah yang mengucapkan kalimat begini dan  begitu ? maka jawablah seorang dari kaum tadi : Aku Ya Rosululloh ! Beliau berkata : “Aku terpesona padanya” dan beliau menutur kalimat yang artinya : dibukakan padanya pintu-pintu langit,berkata Ibnu Umar : aku tidak pernah meninggalkannya semenjak mendengar keterangan Rosululloh (HR.An Nasaiy 2: 125)dalam riwayat lain: “Sungguh telah bergesa-gesa padanya dua belas malaikat”.

1-      الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا

رواه النسائي125/2

Artinya :

“Alloh Maha Besar,segala puji bagi Alloh dengan pujian yang banyak,dan Maha Suci Alloh diwaktu pagi dan petang”.(HR.An Nasa`iy juz  2,hal :125)

عن ابن جبير بن مطعم عن ابيه ان النبى صلى الله عليه وسلم لما دخل فى الصلاة كبر, قال الله

 

اكبر كبيرا قالها ثلا ثا, والحمد لله كثيرا قالها ثلا ثا, وسبحان الله بكرة وأصيلا قالها ثلا ثا ,

 

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم من نفخه ونفثه وهمزه (رواه بيهقى)

 

Dari Ibnu Jaubair bin Muth’im dari ayahnya bahwasahnya Nabi SAW ketika memasuki sholat beliau bertakbir dan mengucapkan : Allohu Akbar Kabiiro beliau mengucapkan tiga kali,Walhamdulillahi Katsiiro,beliau mengucapkan tiga kali, Wasubhaanllohi Bukrotan Wa Ashiila,beliau mengucapkan tiga kali,’Audzu Billahi Minas Syaithonir Rojiimi Min Nafkhihi Wa Nafstihi Wa Hamazihi”.(Aku berlindung dengan Alloh dari Syaithon yang terkutuk dari tiupan,hembusan,dan bisikannya).(HR. Baihaqi 2 : 9)

2– الله اكبركبيرا(x3) وا لحمد لله كثيرا (x3) وسبحان الله بكرة

 

واصيلا (x3) اعوذ بالله من الشيطان الرجيم من نفخه

 

 ونفثه وهمزه  رواه البيهقي :9/2

Artinya :

“Alloh sungguh Maha Besar (3 kali),Segala puji bagi Alloh dengan pujian yang banyak (3 kali),Maha Suci Alloh diwaktu pagi dan petang (3 kali),Aku memohon perlindungan kepada-MU dari godaan Syaithon yang terkutuk dari hembusan dan bisikannya”.(HR.Baihaqiy,juz 2 :hal 9).

عن على بن أبى طالب رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان اذا ا بتدا الصلاة

 

 المكتوبة قال: وجهت وجهى للذى فطر السموات والأرض حنيفا مسلما وماأنا من المشركين

 

ان الصلاتى ونسكى ومحياي وممات لله رب العالمين لاشريك له وبذلك أمرت وأنا من

 

المسلمين

 

Dari Ali bin Abi Tholib ra bahwasahnya Rosululloh SAW adalah : apabila memulai sholat maktubah/fardhu beliau mengucapkan : Wajahtu …………Wa ana minal muslimiin,(aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar dan menyerahkan diri,dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan,Sesungguhnya sholatku,ibadahku,hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh,Tuhan semesta alam.

Tiada sekutu bagiNya,dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah termasuk orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Alloh).(HR.Baihaqi 2:8)

  – 3وجهت وجهي للذى فطر السموات والاء رض حنيفا مسلما وما

 

انامن المشركين,ان صلاتى ونسكي ومحياي ومماتي

 

الله رب العا لمين,لاشريك له وبذ لك امرت وانا من المسلمين رواه البيهقي:8/2

 

Artinya :

“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menjadikan langit dan bumi dengan konsisten penuh kecondongan sebagai orang Islam, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan Alloh,Sesungguhnya sholatku,ibadahku,hidupku, dan matiku ,hanyalah untuk Alloh semata.Tuhan semesta alam tiada sekutu baginya dan demikian kami diperintah dan aku adalah termasuk golongan orang yang menyerahkan diri (Islam)”. (HR.Baihaqiy , juz 2, hal :8)

قال ابو هريرة كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يسكت بين التكبير وبين القرأة اسكاته

 

هنيهة فقلت بأبى وأمى يارسول الله! اسكاتك بين التكبير والقرأة ماتقول؟ قال أقول: أللهم باعد

 

بين وبين خطاياى كماباعدت بين المشرق والمغرب, اللهم نقنى من الخطايا كما ينقى الثوب

 

الأبيض من الدنس, اللهم اغسل خطاياى بالماء والثلج والبرد رواه أحمد

 

Berkata Abu Huroiroh : dalah Rosululloh SAW diam diantara takbir dan bacaan (dengan) diam yang sebentar,maka berkatalah aku (Abu Huroiroh): Demi bapakku dan ibuku Ya Rosululloh diamnya Engkau diantara takbir dan bacaan itu ! apakah yang Engkau ucapkan ?…Beliau bersabda : Aku membaca : Allohuma Baa’id baini ……….. Allohumagsil Khotoyaya bil maa’i wal salju wal barod.

 

 – 4اللهم باعد بيني وبين خطاياي كماباعد ت بين المشرق والمغرب

 

اللهم نقني من الخطاياكماينقي الثوب الاء بيض من الدنس

 

اللهم اغسل خطاياي بالماء والثلج والبرد رواه البجاري:189/1

Artinya :

“Ya Alloh, jauhkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara arah timur dan barat.Ya Alloh,bersihkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran.Ya Alloh,sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air es dan air embun”.(HR.ِAhmad 2: 494,

   Bukhoriy 1:189,Muslim 2: 97,Abu Dawud 1: 207,Tirmidzi 5: 565,Nasa’i 2: 129,

   Ibnu Majah 1: 264,Ibnu Hibban 2: 200).

عن عائشة قالت : كان النبى صلى الله عليه وسلم اذا افتتح الصلاة قال : سبحانك اللهم

 

وبحمدك وتبارك اسمك وتعالى جدك ولا اله غيرك

 

Dari A’isyah berkata : adapun Rosululloh SAW ketika memulai sholat Beliau berkata : Subhanakallohumma Wabihamdika Wa Tabaarokas muka wa Ta’alaa Jadduka Wa laa illaha ilaa Ghoiruka (HR.Tirmidzi,Abu Dawud,Ibnu Majah isnanya hadist lemah).

5- سبحا نك اللهم وبحمد ك وتبارك اسمك وتعالي جد ك ولاا له غيرك

ر واه ترمذي وابودووا بن ماجه باسانيد ضعيفة (شرح الترمذي:51/2)

 

Artinya :

“Maha suci Engkau Ya Alloh,dengan memuji-MU,Maha Berkah Asma-Mu,Maha Tinggi Keagungan-Mu,dan tiada Tuhan melainkan Engkau”.(HR.Tirmidziy,Abu Daud,Ibnu Maajah dengan Asnad dhoif,Syarkh Tirmidziy juz 2,hal:51)

Catatan :

Al Imam An Nawawiy memperbolehkan mengumpulkan beberapa riwayat dalam satu bacaan,dan Al Imam Taimiyyah memperbolehkan membaca  salah satu bacaan deng an tidak mengkhususkan satu dan yang lain(suatu saat menggunakan salah satu riwa yat bacaan ini dan suatu saat bacaan yang lain) (Al Adzkar hal 36 dan Al Inshoof : 47)

Bacaan Al Fatihah

 

a.Kewajiban membaca Fatihah pada setiap roka’at :

 

عن عبادة بن الصامت أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لاصلاة لمن لم يقر

 

أبفاتحة الكتاب رواه البخارى

Dari Ubadah bin Shomit bahwasahnya Rosululloh SAW bersabda : “Tidak ada sholat bagi orang yang tidak membaca Fatihahnya kitab”(Muttafaqun alaih,Bukhori 2:192,Muslim 2:9)

 

وقد أمر صلى الله عليه وسلم المسئ صلا ته بقراءة الفاتحة فى كل ركعة حيث قال له بعد أن

 

أمره بقراءتها فى الركعة الأولى: ثم افعل ذلك فى صلا تك كلها (وفى رواية) فى كل ركعة

 

Dan sungguh Rosululloh SAW telah memerintah seorang yang berbuat salah dalam sholatnya akan membaca Al Fatihah,dimana beliau bersabda kepadanya setelah menyuruhnya dengan membaca Al Fatihah pada roka’at pertama:”Kemudian perbuatlah demikian itu pada sholatmu keseluruhan”

(HR Bukhori,Muslim sifatu sholatin Nabi hal:112)dan dalam riwayat yang lain

:”pada setiap roka’at (HR.Ahmad,sifatu sholatin Nabi hal : 112).

 

b.Bacaan Al Fatihah bagi makmum :

عن عبادة بن الصامت قال: كنا خلف رسول الله صلى الله علية وسلم فى صلاة الفجر فقرأ

 

رسول الله صلى الله عليه وسلم فثقلت عليه القرأءة فلما فرغ قال: لعلكم تقرؤن خلف امامكم

 

قلنا نعم هذا يارسوالله! قال : لاتفعلوا الا بفاتحة الكتاب فانه لاصلاة لمن لم يقرأبها

 

Dari Ubadah bin Shomit,berkata:adalah kami dibelakang Rosululloh SAW pada sholat fajar(subuh)maka membacalah Rosululloh SAW,maka beratlah atas beliau bacaan itu,maka ketika sudah selesai beliau bersabda :”Barangkali kalian membaca(bacaan Al Qur’an)dibelakang imam kalian?kami berkata :”Ya ini(orang yang membaca)wahai Rosululloh!Beliau bersabda :”Janganlah kalian berbuat yang demikian itu kecuali dengan fatihahnya kitab,karena sesungguhnya tidak ada sholat bagi orang yang tidakmembaca dengannya”(HR.Abu Dawud 1: 217,Tirmidzi 2: 117)

Menurut hadits ini :

1.Makmum tidak boleh membaca bacaan apapun dibelakang imam kecuali

   bacaan Al fatihah.

2.Bacaan Al fatihah bagi makmum ini cukup dirinya sendiri saja yang

   Mendengarkannya,dan tidak dibenarkan membaca dengan keras karena

   mengganggu yang lain.

 

Rosululloh SAW bersabda :

 

ان المصلى ينا جى ربه فلينظر بما ينا جيه به ولا يجهر بعضكم على بعض بالقرأن

 

“sesungguhnya orang yang sholat itu bermunajat(membisiki)Tuhannya,maka hendaklah ia merenungkan dengan apa yang ia membisiki dengannya,janganlah sebagaian kalian mengeraskan atas yang lain dengan Al Qur’an”.(HR.Malik dan Bukhori,Sifatu Sholatin Nabi,hal :96)

Keterangan :

Diantara ulama ada yang berpendapat bahwa makmum tidak usah membaca sama sekali,adapula berpendapat bahwa hanya Imam membaca dengan keras saja sedangkan makmum tidak usah membaca.

Diantara alasannya adalah :

 

انماجعل الامام ليؤ تم به فاذ اكبر فكبروا واذ قرأ فأنصتوا

 

“Sesungguhnya dijadikan Imam itu untuk diikuti,maka apabila ia bertakbir maka bertakbirlah kalian,dan apabila ia membaca maka diamlah kalian”.(HR.Daroqutni 1:327)

 

 من صلى خلف الامام فان قرائته له قراءة

 

“Barangsiapa sholat dibelakang Imam maka sesungguhnya bacaan imam itu(merupakan0bacaan baginya”(HR. Daroqutni 1:325,hadits mursal)

 

واذ قرئ القران فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون

 

“Dan apabila dibacakan al Qur’an maka dengarkanlah oleh kalian akan dia diamlah kalian agar kalian dibalas kasihani”(QS.Al A’rof :204)

c.Cara membaca Al fatihah :

Dalam membaca al fatihah dan surat surat yang lain disunnahkan berhenti pada setiap ayat,diantara ayat satu dengan yang lain berkaitan.

Dalam riwayat Abi Dawud dan As Sahmi yang dishohihkan oleh Al Hakim dan disetujui Adz Dzahabi disebutkan :

 

ثم يقرأالفاتحة يقطعها أية أية: بسم الله الرحمن الرحيم (ثم يقف ثم يقول) الحمد لله

 

رب العالمين (ثم يقف ثم يقول) الرحمن الرحيم (ثم يقف ثم يقول) مالك يوم الدين وهكذا الى

 

أخر السورة وكذالك كانت قراء تدكلها يقف على رؤوس الأي ولا يصلها بما بعدها

 

“Kemudian beliau (Rosululloh SAW)membaca Al Fatihah dan memutusnya ayat perayat: Bismillahirohmaaniirochim,kemudian beliau berhenti,kemudian beliau mengucapkan : Al Hamdulillahi Robbil A’lamiin,kemudian beliau berhenti,kemudian beliau mengucapkan:Arrohmanirrochiim,kemudian beliau berhenti,kemudian beliau mengucapkan: Maaliki Yaumiddin,dan begitulah seterusnya sampai akhir surat,dan demikianlah ada bacaan beliau semuanya,berhenti pada ujung-ujung ayat dan beliau tidak menyambung ayat dengan ayat sesudahnya”(Sifatu Sholatin Nabi hal : 90)

 

Sahabat Anas ditanya tentang bacaan Rosululloh Saw,maka jawab beliau :

 

كانت قراء ته مد …..ثم قرأ( بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين الرحمن الرحيم

 

مالك يوم الدين)

 

“Adalah bacaan beliau itu panjang(mad)kemudian Anas membaca :

Bismillahirrohmanirrochim…..Alhamdulillahi robbil Alamin…Arohmanir rochim….Maalikiyaumiddin…”(HR.Bukhori,Rowwa’ul bayaan 1:48)

 

dianjurkan membaca Basmallah berdasarkan hadits riwayat Daruqutni disebutkan :

 

اذا قرأتم الحمد لله رب العالمين فاقرؤا بسم الله الرحمن الرحيم انها أم القرأن وأم الكتاب

 

والسبع المثانى بسم الله الرحمن الرحيم أحد أيا تها

 

”Apabila kalian membaca Alfatihah (Alhamdulillahirrobil ‘Alamin)maka baca

lah Bismillahirrohmanirrochim,Sesungguhnya Ia ibu Alqur’an,ibu Al kitab dan tujuh ayat yang terulang-ulang, Bismillahirrohmanirrochim adalah salah satu ayat-ayatnya”( Rowwa’ul bayaan 1:47)

Tentang Bacaan Amiin :

 

عن ابى هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلي الله عليه وسلم قال : اذا قال الامام غير

 

المغضوب عليهم ولا الضا لين فقولوا : أمين فانه من وافق قوله  قول الملائكة غفر له ماتقدم

 

من ذنبه (رواه الجماعة)

 

“Dari Abu Huroiroh ra bahwasahnya Rosululloh SAW bersabda : Apabila Imam mengucapkan : Ghoiril magdluubi alaihim waladhlooliin,maka kalian ucapkanlah : Amiin!,Maka barangsiapa yang bertepatan ucapannya itu dengan ucapan para malaikat,maka diampunkan baginya apa-apa yang telah lewat dari dosanya”(HR.Jama’ah : Ahmad,Bukhori,Muslim,Abu Dawud,Tirmidzi,An Nasaiy,Ibnu Majah,Malik)dan lafadz ini bagi Bukhori 1: 198.

Tentang Membaca Surat Setelah Al Fatihah :

Setelah membaca Al Fatihah disunnahkan membaca surat-surat Al Qur’an,dan ini terbatas pada dua roka’at yang pertama bagi sholat yang roka’atnya lebih dari dua,sekaligus sholat yang roka’atnya dua saja.Diantara dalil-dalil yang menunjukan kesunnahan membaca surat setelah Al Fatihah hadits riwayat Bukhori dan muslim dari Abu Qotadah ra :

ان رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقرأ فى الصلاة الظهر فى الركعتين الأوليين بفاتحة الكتاب وسورة فى كل

“Sesungguhnya Rosululloh SAW adalah Beliau membaca dalam sholat dhuhur pada dua roka’at yang pertama dengan Fatihatul kitab dan surat pada setiap roka’at,dan adalah beliau mendengarkan kepada kita ayat itu kadang-kadang,dan adalah beliau memanjangkan pada roka’at yang pertama akan bacaan yang tidak beliau memanjangkan pada roka’at yang  kedua,dan adalah beliau membaca pada dua roka’at yang terakhir dengan Fatihatul Kitab”(Al Mjmu’ 3:386).

 

 

 

عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل المسجد فدخل رجل فصلى فسلم على النبى صلى الله عليه وسلم فرد وقال: ارجع فصلى فانك لم تصل فرجع يصلى كما صلى ثم جاء فسلم على النبى صلى الله عليه وسلم

الادعية الركوع

(Do`a ketika ruku`)

   1- سبحان ربي العظيم

                                                                                                 رواه مسلم,فقه السنة:137/1

Artinya :

“Maha Suci Engkau,Ya Alloh Tuhan kami yang Maha Agung”.(HR.Muslim,Fiqh Sunnah,juz1,hal:137).

      2 – سبوح قدوس رب الملا ئكة والروح

                                                                                                                    رواه مسلم :51/2

Artinya :

“Maha Suci (kudus) Engkau,Tuhan para Malaikat dan Ar Ruh”.

(HR.Muslim,juz 2,hal:51)

   3- سبحانك اللهم ربنا وبحمدك اللهم اغفر لي

                                                                                                    رواه البخاري:207/1

Artinya :

“Maha Suci Engkau,Ya Alloh Ya Tuhan kami dengan memuji-Mu,Ya Alloh ampunilah dosa-dosaku”.(HR.Al Bukhoriy,juz 1,hal:207)

الادعية الاعتدا ل

          (Do`a ketika I`tidal)

1-  ربنا ولك الحمد

                                                                       رواه احمد و البخاري:201/1 , الاء ذ كار: 44

Artinya :

“Ya Tuhan kami, dan hanya bagi-Mu segala pujian”.(HR.Ahmad,dan Al Bukhoriy,juz 1,hal:201,lihat Al Adzkar :44).

2-     ربنا لك ا لحمد

                                                                                       رواه عبدالرزق,مسند احمد: 191/3

Artinya :

“Ya Tuhan kami,hanya bagi-Mu segala pujian”.(HRAbdur Rozak,Musnad Ahmad,juz 3,hal:191).

 3-اللهم ر بنا ولك الحمد

                                                                                                       رواه البخاري :201/1

Artinya :

“Ya Alloh,Ya Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala pujian”.

(HR.Al Bukhoriy,juz 1,hal;201).

3-     اللهم ربنا ولك الحمد ملءالسموات وملءالاء رض وملء

     ماشئت من شيء بعد

                                                              رواه ابن ماجة:284/1

Artinya :

“Ya Alloh,Ya Tuhan kami hanya bagi-Mu segala pujian yang sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki”.(HR.Ibnu maajah,juz 1,hal :284).

5-   ربنالك الحمدحمداكثيراطيبامباركافيه

                                                                 رواه احمد,البخاري,مالك,وابو داود,فقه السنة:138/1

Artinya :

“Ya Alloh,Ya Tuhan kami segala puji yang tak terhingga (banyak),baik dan berkah”.(HR.Ahmad,dan Al Bukhoriy,dan Abu Daud,Fiqh Sunnah juz 1,hal:137)

6-   لربي الحمد لربي الحمد

                                                                                                         رواه النسائي:200/2

Artinya :

“Untuk Tuhanku yang berhak dipuji,untuk Tuhanku yang berhak dipuji”.

(HR.An Nasaiy,juz 2 hal:200).

الادعية  في السجود

                                          (Do`a ketika sujud)

1-    سبحان ربي الاعلي

                                                                                        رواه احمد ومسلم,فقه السنة:140/1

Artinya :

“Maha suci Tuhanku yang Maha tinggi”.(HR.Ahmad,dan muslim,

fiqh Sunnah,juz 1,hal:140).

2-    رب اغفر لي

                                                                                            رواه الديلمي, مسنداحمد:191/3

Artinya :

“Ya Tuhanku ampunilah dosa-dosaku”.(HR.Dailamiy,Musnad Ahmad,juz 3,hal:191)

3-    سبحانك اللهم ربنا وبحمد ك اللهم اغفرلي

                                                                                           رواه البخاري ,فقه السنة:141/1

Artinya :

“Maha suci Engkau,Ya Alloh Tuhan kami dengan memuji-Mu,Ya Alloh ampunilah dosa-dosaku”.(HR.Al Bukhoriy,Fiqh Sunnah juz1,hal:141)

4-    سبوح قدوس رب الملا ئكة والروح

                                                                                             رواه مسلم , فقه السنة :141/1

Artinya :

“Maha Suci (Kudus) Engkau,Tuhan para Malaikat dan Ar Ruh”.

(HR.Muslim,juz 1,hal:141).

5-    رب اعط نفسي تقواهاوزكهاانت خيرمن زكاهاانت وليها

ومولاها

                                                                                     ر واه احمد,فقه السنة:141/1

Artinya :

“Ya Tuhan,berikanlah kepadaku ketaqwaan,kesucian (kehormatan) serta Engkau sebaik-baik pemberi kesucian,Maha Tinggi serta Maha Kaya”.(HR.Ahmad,Fiqh Sunnah,juz 1,hal:141).

    6- اللهم اغفرلي ذنبي كله دقه وجله واوله واخره وعلا نيته

 وسره

                                                                                     رواه مسلم,فقه السنة:141/1

Artinya :

“Ya Alloh, ampunilah dosa-dosaku semuanya,yang kecil dan besar,yang awal dan akhir,yang kelihatan dan tidak kelihatan”.(HR.Muslim,juz1,hal:141)

7-  اللهم اجعل في قلبي نورا وفي سمعي نورا وفي بصري

نورا وعن يمني نورا وتحتي نورا وا جعلني نورا

                            رواه مسلم,فقه السنة:141/1

Artinya :

“Ya Alloh,jadikanlah hatiku bercahaya,dan pendengaranku bercahaya,dan pengelihatanku bercahaya,dan kedua tanganku bercahaya serta kedua kakiku bercahaya,dan jadikanlah semuanya bercahaya”.(HR.Muslim,Fiqh Sunnah juz 1,hal 141).do`a  yang terakhir ini dibaca pada waktu sujud dalam sholat Tahajjud.

الاء دعية في الجلوس بين السجد تين

(Do’a Duduk Diantara Dua Sujud)

1-   رب اغفر لي

                                                                                                  رواه النسائي :231/2

Artinya:

“Ya Tuhanku ampunilah aku”.(HR.An Nasaiy,juz 2 hal 231).

2-   اللهم اغفرلي وارحمني وعافني واهد ني وارزقني

                                                                                                   رواه ابو داود:224/1

Artinya :

“Ya Alloh,Ampunilah aku,kasihanilah aku, dan maafkanlah aku,dan berilah aku petunjuk,dan berilah aku rizki”.(HR.Abu Daud,juz 1,hal :224).

3-   رب اغفر لي وا رحمني واجبرني وا رزقني وا رفعني

                                                                                                 ر واه ابن ماجة:290/1

Artinya :

“Ya Alloh,Ampunilah aku, dan kasih sayangilah aku, dan cukupkanlah kekuranganku, dan berilah aku rizki, dan angkatlah derajatku”.(HR.Ibnu Maajah,juz 1,hal:290).

4-   اللهم اغفرلي واحمني واجبرني واهد ني وارزقني

                                                                                                   رواه التر مذي:76/2

Artinya :

“Ya Alloh,ampunilah aku, dan kasih sayangilah aku ,dan cukupkanlah kekuranganku, dan berilah aku petunjuk, dan berilah aku rizki”(HR.Tirmidzi,juz2 hal:72).

اللفظ ( واعف عني)  في روا ية غير موجد ولكن يستطيع يقرائه

وليس مبطلا ت الصلاة .

Lafadz (Wa`fu `Anniy) didalam riwayat tidak disebutkan,akan tetapi dapat dibaca serta tidak membatalkan sholat.

الاء دعية التشهد

                           (Do`a ketika Tasyahud)

1-  التحيات المباركات الصلوات الطيبات الله,السلام عليك ايهاالنبي

    ورحمة الله وبركاته,السلام علينا وعلي عبادالله الصالحين,

    اشهد ا ن لااله الا الله,واشهد ا ن محمدارسول الله

                                                                                                                     رواه مسلم:14/2

Artinya :

“Sekalian bakti yang barokah,sholawat yang baik-baik adalah bagi Alloh.semoga kesejahteraan tercurahkan kepadamu wahai Nabi ,demikian juga rahmat Alloh dan barokah-NYA.semoga kesejahteraan pula tercurahkan kepada kami dan kepada hamba-hamba Alloh yang sholih.Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh,dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu adalah utusan Alloh”

(HR.Muslim juz 2,hal :14).

2-  التحيات الله والصلوات والطيبات,السلام عليك ايها النبي

ورحمةالله  وبركاته ا لسلام عليناوعلي عبادالله الصا لحين,

           اشهدا ن لا اله الا الله وا شهد ا ن محمدا عبده ورسوله

                                                                                                  رواه البخاري:211/1

Artinya :

“Sekalian bakti adalah bagi Alloh,sholawat dan kebaikan-kebaikan,serta kesejahteraan tercurahkan kepadamu wahai Nabi.demikian rahmat,dan keberkahan,kesejahteraan terlimpahkan kepada hamba-hamba Alloh yang sholih.saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh,dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad itu utusan Alloh”.(HR.Al Bukhoriy,juz 1,hal:211).

3-  التحيات الطيبات الصلوات الله, السلام عليك ايهاالنبي

ورحمة الله وبركاته,السلا م علينا وعلي عبادالله الصالحين

    اشهد ا ن لا اله الا الله وا شهد ا ن محمدا عبده ورسو له

                                                                                                        رواه مسلم: 15/2

Artinya :

“Sekalian bakti adalah bagi Alloh kebaikan-kebaikan,sholawat serta kesejahteraan tercurahkan kepadamu wahai Nabi.dan rahmat dan keberkahan,dan kesejahteraan kepada hamba-hamba Alloh.saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh, dan saya bersaksi  bahwa Nabi Muhammad adalah hamba Alloh dan utusan Alloh”.(HR.Muslim juz 2,hal :15).

      4- بسم الله وبالله , التحيات لله والصلوات والطيبات,السلام

  عليك ايها النبي ورحمة الله وبركاته,السلا م علينا وعلي

  عباد الله الصالحين , اشهد ا ن لا اله الا الله و اشهد ا ن محمدا

 عبده ورسوله, اسال الله الجنة و اعوذ به من النا ر.

                                                                                                 رواه البيهقي : 141 /1

Artinya :

“Dengan menyebut nama Alloh,dengan asma Alloh,sekalian bakti adalah Alloh, sholawat, dan kebaikan-kebaikan,serta kesejahteraan tercurahkan kepadamu wahai Nabi.dan rahmat,dan keberkahan,serta kesejahteraan tercurahkan kepada hamba-hamba Alloh yang sholih.saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-NYA dan utusan-NYA,aku memohon kepada-MU dimasukkan kedalam surga dan aku berlindung dari api neraka”.(HR.Al Baihaqiy,juz 1,hal 141).

الصلا ة على النبي صلي الله عليه و سلم في التشهد

(Membaca Sholawat ketika Tasyahud)

1-  اللهم صل علي محمد وعلى ا ل محمد

                                                                                                       رواه النسائي:49/3

Artinya :

“Ya Alloh  berilah rahmat atas Nabi Muhammad dan atas keluarga Nabi Muhammad”.(HR.An Nasaiy,juz 3.hal :49)

2-  اللهم صل علي محمد وعلى ا ل محمد ,كما صليت على

    ابرا هيم  وا ل ابرا هيم. وبارك على محمد وا ل محمد

كما باركت على ابراهيم . وا ل ابرا هيم ,انك حميد مجيد.

                                                                                                             رواه البيهقي : 147/3

Artinya :

“Ya Alloh berilah rahmat atas Nabi Muhammad dan atas keluarga beliau,sebagaimana Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrohim  dan beserta keluarganya.dan keberkahan kepada Nabi Muhammad dan beserta keluarganya.sebagaimana keberkahan kepada Nabi Ibrohim dan beserta keluarganya.Sesungguhnya Engkaulah Maha Terpuji lagi Maha Mulia”.(HR.Al Baihaqiy,juz 3,hal:147).

اللفظ (سيدنا) الاء مام الشافعي رحمكم الله والعلماء تشوف والعلما الاء داب

يقلون : لا باء س اللفظ سيدنالاء نه الاءحترا م على النبي صلى الله عليه وسلم.

    Lafadz (Syaidina),menurut Al Imam Syafi`iy Rohimakumulloh serta Ulama` Tasyawuf dan Ulama` Adab diperbolehkan membaca Syaidina sebagai penghormatan (memuliakan) Rosululloh SAW sebagai Nabi dan pemimpin kita.

الا د عية قبل السلا م

              (Do`a ketika sebelum salam)

      1-اللهم انى اعو ذ بك من عذاب جهنم ومن عذاب القبر ومن

فتنة المحيا و الممات ومن شر فتنة المسيح الد جال

                                                                                                       البخارى:93/2

Artinya :

“Ya Alloh sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari siksaan api neraka, dan dari siksaan alam kubur,dan dari fitnah sewaktu masih hidup didunia dan sesudah mati,dan dari kejelekan pembohong Dajjal”.(HR.Al Bukhoriy,juz 2,hal 93)

3-  اللهم انى اسالك الثبات فى الاء مر والعزيمة على الرشد,

    واسا لك شكر نعمتك وحسن عبادتك واسا لك قلباسليما

    ولسانا صادقا,واسالك من خير ما تعلم واعوذ بك من شر

    ما تعلم وا ستغفرك لما تعلم.

                                                                                                       رواه النسائي: 54/3

Artinya :

“Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-Mu teguhkanlah segala urusanku, dan pendirianku atas petunjuk-Mu,aku memohon kepada-Mu rasa Syukur nikmat-Mu dan serta perbaikilah ibadahku kepada-Mu, dan memohon kepada-Mu hati yang selamatkanlah aku dari penyakit hati dan jadikanlah lisanku yang selalu jujur,dan memohon kepada-Mu segala kebaikan yang aku tidak tahu (mengerti) dan aku berlindung  kepada-Mu sesuatu yang jelek yang juga aku tidak tahu (mengerti).dan aku mohon kepada-Mu ampunan yang belum aku ketahui”.(HR.An Nasaiy,juz 3,hal:54).

4-  انى ظلمت نفسى ظلما كثيرا ولا يغفرالذنوب الا انت

    فاغفرلى مغفرة من عند ك وارحمنى انك انت الغفورالرحيم.

                                                                                                    رواه البخارى:212/1

Artinya :

Sesungguhnya aku berbuat aniaya terhadap diriku sendiri,kesesatan yang tak terhingga dan tidak dapat diampuni dosa-dosaku kecuali Engkau (Ya Alloh) maka ampunilah dosa-dosaku,Engkaulah tempat pengampunan dan kasih sayang,sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha penyayang”.(HR.Al Bukhoriy,juz 1,hal :212)

5-  اللهم انى اعوذ بك من الما ثم والمغرم

                                                                                                        رواه النسائي:57/3

Artinya :

“Ya Alloh sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari dosa-dosa dan lilitan hutang”.(HR.An Nasaiy,juz 3,hal:57).

جمع وترتيب :

ابى محمد ا حياء علوم الدين

خاد م المعهد نور الحرمين بو جون مالانج

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s