Menyikapi Rasa Kekecewaan

Pernahkah kalian merasakan kekecewaan ?

Pernahkah kalian merasa bahwa diri kalian merasakan sendiri ?

Pernahkah kalian merasakan bahwa tiada daya dan upaya yang bisa kita upayakan?

 

Memang sulit rasanya ketika kita merasakan kekecewaan, apa yang telah kita upayakan dan  kita usahakan semaksimal, di anggap tiada artinya, maka timbulah rasa kekecewaan yang berakibat kurang ikhlas untuk menerima situasi yang kita hadapi.

 

Ikhlas memang sangat mudah untuk diucapkan tapi sangat sulit untuk dijalanin. Karena itu membutuhkan proses yang panjang sehingga bisa membimbing kita pada sebuah keikhlasan.

 

Kali ini aku mau menceritakan pengalamnku sebelum keberangkatanku ke kota suci Makkah Al-mukarromah.

Perasaan kekecewaan yang luar biasa yang aku alami samapi down, penantian dan yang selama berbulan-bulan dan tahun berganti tahun bahkan hampir empat tahun, ternyata belum bisa terlaksana dan masih tertunda. Sungguh waktu itu down drastis samapai 180 derajat hehe.

 

Bahkan gurukupun pernah bertanya sambil tersenyum  “ aena anta fissama walla filard ? “ kamu di mana ada di langit atau di bumi? aku hanya tertunduk malu.

 

Kekecewaan yang sangat amat berat aku alami pada waktu itu, semaksimal mungkin aku kerahkan waktu, tenaga, pikiran, semuanya aku kerahkan tapi hasilnya di tunda keberangkatan menuju kota suci, bukan hanya satu kali dua kali tapi berkali-kali XL kali hehe.

 

Terasa sulit ketika di hadapkan dalam satu masalah kekecewaan ini. baru-baru ini aku posting dalam catatanku “ ketika aku bersedih , kesedihan hanya mempersulit keadaan “  huh promosi ckckc.

 

Intinya bahawa kita dalam menyikapi dalam sebuah masalah jangan jadikan kedihan sebagai alasan untuk mau menjalani kehidupan yang lebih baik ( baca lebih lanjut ) sekilas info hehe.

 

Kita  berusaha untuk ridha dengan semua ketentuan yang telah digariskan oleh ALLAH. Menerima apapun yang terjadi bukan berarti tidak berusaha untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Tapi berusaha untuk ikhlas dan menyerahkan semua ini kepadanya  akan menenangkan hati yang gelisah. Karena dibalik kejadian ini pasti ada hikmahnya dan Insya ALLAH bisa membimbing kita untuk menjadi seseorang yang kuat, sabar dan ikhlas dalam menjalani hidup.

Karena dunia ini adalah sebuah tantangan, banyak lika-liku kehidupan yang harus kita lalui apakah kita bisa menempuhnya dengan selamat? Apa justru kita akan terperangkap dengan tipu daya  syetan naudzubillah.

Ketika kita ikhlas dan bersyukur dengan semua yang diberikan,, Allah akan memberikan ketenangan yang luar biasa di hati kita. Sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan dan Allah akan memberikan jalan yang terbaik. Yakin bahwa rencana ALLAH itu lebih indah.

 

Buat sahabat-sahabatkuku yang lagi sedih, hehe harus tetap semangat karena ALLAH sayang kepada hambanya yang kuat dalam menjalani ujian darinya. Karena sebenarnya begitu banyak anugerah dan nikmat yang diberikan olehnya yang harus kita syukuri. Selalu berprasangka baik kepadanya dan bersyukur ALLAH masih memberikan ujian kepada kita, itu berarti kita termasuk orang2 yang masih diperhatikan olehnya. ALLAH selalu memberikan sesuatu yang kita butuhkan bukan sesuatu yang kita inginkan. Karena DIA lebih tahu mana yang terbaik buat hambanya. Ikhlas, sabar dan bersyukur adalah 3 kunci orang hidup. Tidak mudah bahkan mungkin sangat sulit. Tapi tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha dan mencoba untuk menjalaninya dalam kehidupan kita.

 

Seandinya pada waktu itu saya tidak sabar dalam menunggu penantian dan pangilan ke kota suci ini, wah mungkin g tahu di buang ke mana huhuhu.

 

Tapi aku panjatkan rasa syukur kepada Allah ini adalah salah satu ni’mat yang amat besar dan anugrah yang sangat amat terindah yang aku rasakan.

 

Bukan apa-apa aku menceritakan ini, dalam surat adduha ayat terakhir “ adapun kenikmatan Allah memberikan kepadamu maka  ceritakanlah “ para ulama ahli tafsir mengatakan “ menceritakan sebuah kenikmatan ataupun anugrah yang kita alami  akan menumbuhkan kesemangatan dan keinginan “.

 

Oh yah…

mana pengalamanya ko’ cuman sedikit?  Hehe…

Insya Allah perjalananku “ meraih bintang di langit “ dalam penulisan do’akan ^_^

 

Akhir catatan

Mudah-mudahan bisa memberikan motifasi dan semangat untguk meraih impian dan harapan kita amin

oleh Mustofa Zarqo pada 24 April 2012 pukul 4:35

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s