tanda-tanda kerusakan hati & perintah menjaga keluarga dari api neraka

  1. Mari kita jaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka dengan menjaga sholat dan taqwalloh.

Firman Alloh SWT:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

Terjemahanya: dan perintahlanlah kepada keluargamu mendirikan Sholat dan bersabarlah kamu dalam menjalankannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu. Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa. (QS. TOHA: 132)

  1. Banyak manusia yang diberi keluasan rizki tetapi hatinya selalu kurang dan tidak mau bersyukur, akhirnya harta tersebut dihabiskan Alloh SWT dengan jalan yang tidak ada manfaatnya sama sekali (spt: dengan sakit keras, kebakaran, banjir, gempa bumi, dll)

Rosululloh SAW bersabda: Pada hakikatnya orang yang kaya bukanlah yang hartanya melimpah ruah (tetapi hatinya masih merasa kurang), tetapi kaya yang haqiqi adalah jika hati sudah merasa cukup/qonaah dengan rizki yang telah diberikan Alloh lalu ia mensyukurinya. (HR. Mutafaqoh ‘Alaih, RIYADUS SHOLIHIN,hal:263)

  1. Mari kita teliti hati kita. Apakah hati kita sehat/sakit? Masih hidup/mati?

Tanda-tanda hati yang sakit diantaranya: Malas menjalankan ibadah/jetaatan, merasa berat melakukan kebaikan-kebaikan, bersikap rakus terhadap kesenangan-kesenangan dunia, sama sekali memperlakukan dunia sebagai ladang akhirat,… lihat: QS. Al-Anfal: 24.(Taushiyah Abi KH.Muh. Ihya’ Ulumiddin, Vol:XIV, edisi:147)

  1. Jika kita menemukan gejala-gejala kerusakan hati seperti tersebut diatas, maka wajib melakukan terapi pengobatan. Cara termudah antara lain: dengan mencari guru murobbi/teman yang sholeh/dengan mencari jama’ah yang bisa membimbing dan mengarahkan menuju Alloh. Jika tidak bisa menemukan hal tersebut, maka harus melakukan secara rutin terapi berikut: Sholat dengan Khusu’ (jama’ah), perbanyak Sholawat, Tadarus Al-Qur’an, dan merutinkan wirid/dzikir serta menghadiri majlis-majlis tadzkir/ta’lim. (Taushiyah Abi KH.Muh. Ihya’ Ulumiddin, Vol:XIV, edisi:147)
  2. Jika kita ingin jadi orang yang beruntung, maka jadilah ahli ilmu, jika tidak mampu jadilah orang yang belajar ilmu, jika tidak mampu jadilah orang yang suka mendengarkan pengajian-pengajian ilmu, jika tidak mampu jadilah orang yang cinta pada ahli ilmu/orang yang belajar ilmu (santri). Rosululloh SAW bersabda: Mulyakanlah ulama’ karena ulama’ adalah pewaris para Nabi, barang siapa yang memuliakan ulama’ maka akan dimuliakan Alloh dan RosulNya. (HR. At-Thobroni, Nasoihul Ibad, bab:5, hal:55)
  3. Dunia ini bukanlah tujuan tetapi hanyalah tempat ujian bagi manusia. Dalam Al-Qur’an Alloh berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Terjemahannya: Dan sungguh akan kami beri cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqoroh: 155)

Jika kita mendapatkan suatu ujian/cobaan maka kita harus bersabar menghadapinya, agar dapat bernilai pahala/menjadi pelebur dosa. Dalam Al Qur’an dijelaskan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Terjemahannya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.( QS. AlBaqoroh:153)

Dalam ayat lain:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Terjemahannya: orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. (QS. Al Baqoroh: 156)

Dalam ayat lain:

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Terjemahannya: Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. Az Zumar:10)

Dalam ayat lain:

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأمُورِ

Terjemahannya: Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. (QS. Asy Syuura:43)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s