materi lanjutan sms hikmah mutiara qolbu edisi 2012

  1. Bertaqwalah kepada Alloh dimanapun kamu berada. Ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlak yang terpuji. (HR. AT-TIRMIDZI, Arba’in Nawawi,hadist ke-18, hal:28)
  2. Diriwayatkan dari Syeikh Hasan Al-Bisri Rohimahulloh: Barang siapa yang mengharapkan dunia dan mengalahkan akhirat, maka Alloh akan menyiksanya dengan 6 siksa: yang 3 diberikan di dunia dan yang 3 diberikan di akhirat. (Nasoihul Ibad, bab:6, maqolah:13, hal: 42)
  3. Diriwayatkan dari Abu Huroiroh r.a Rosululloh SAW. Bersabda: Bersegeralah engkau melakukan amalan-amalan baik sebelum datang 7 perkara: Kefakiran yang melalaikan, Kekayaan yang menyebabkan kecurangan, Kesakitan yang merusakkan, Usia tua yang menyebabkan ucapan-ucapan yang tidak karua lagi, Kematian yang mempercepat lenyapnya segala hal, Dajjal yang merupakan seburuk-buruk makhluk ghoib, dan Hari Kiamat yang itu adalah lebih besar bencananya dan lebih pahit penanggungannya (HR. Thirmidzi, Riyadus Sholihin, hal:69-70)
  4. Diriwayatkan dari Abi Daar Al Ghifari, Rosululloh SAW. Bersabda: Takutlah kamu sekalian dari banyak tertawa (bercanda) karena hal tersebut dapat mematikan hati dan dapat menghilangkan cahayanya wajah (NASOIHUL IBAD, bab:7, maqolah:3, hal:45)
  5. Rosululloh SAW. Bersabda:barang siapa menjaga lidahnya, maka ia akan selamat dunia akhirat. Amal yang lebih disukai Alloh adalah menjaga lidah. Keselamatan manusia itu ada 10 bagian, yang 9 ada pada diam dan yang 1 ada pada’uzlah /menyepi dari manusia. (Nasoihul Ibad, maqolah:11, hal:23)
  6. DIAM adalah EMAS begitu pepatah mengatakan. Sikap diam itu memiliki 7 kebaikan/keutamaan:
    1. Ibadah tanpa harus susah payah dan mengeluarkan biaya
    2. Perhiasan tanpa alat berhias
    3. Kewibawaan besar tanpa kekuasaan
    4. Benteng tanpa tembok
    5. Tidak membutuhkan meminta maaf dengan makhluk (karena tidak pernah menyakiti/ngrasani orang lain)
    6. Meringankan tugas malaikat pencatat amal
    7. Menutup aib/cacat diri sendiri dan orang lain.

(KH.Jamaluddin, Al-Hikam)

 

mohon di koreksi…

semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s